Inti Berita:
- Kunjungan Strategis: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto didampingi Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto meninjau langsung titik banjir di Desa Kedungringin, Pasuruan, untuk memetakan solusi jangka pendek hingga panjang.
- Hambatan Kewenangan: Ditemukan kendala normalisasi sungai yang tertunda karena masalah pembagian wewenang antara pemerintah daerah dan pusat serta keterbatasan anggaran.
- Langkah Koordinasi: BNPB berkomitmen menjadi jembatan bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk menyampaikan persoalan infrastruktur ini kepada kementerian terkait di pusat.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Menembus Genangan di Kedungringin
Pasuruan, Sapapublik – Setelah sebelumnya Gubernur Jawa Timur meninjau lokasi, kini giliran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memberikan perhatian khusus pada banjir yang merendam Kabupaten Pasuruan.
Pada Jumat (27/3), Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, didampingi Deputi Bidang Penanganan Kedaruratan Mayjend TNI Budi Irawan, terjun langsung ke Desa Kedungringin, Kecamatan Beji.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Bersama Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, rombongan melihat langsung realita di lapangan yang membuat banjir di wilayah ini seolah menjadi tamu rutin yang sulit pergi.
Tembok Kewenangan dan Urusan Perut
Dalam tinjauan tersebut, terungkap bahwa persoalan banjir di Pasuruan cukup pelik karena bersinggungan dengan aturan birokrasi. Salah satu kendala utama percepatan penanganan adalah normalisasi sungai.
Meski mendesak, pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran dan terbentur aturan kewenangan, karena sungai tersebut berada di bawah otoritas pemerintah pusat.
“Memang ada kewenangan dan keterbatasan anggaran yang menjadi kendala. Semoga kehadiran kami di sini bisa menjembatani persoalan itu untuk kami sampaikan kepada kementerian terkait,” ujar Letjen TNI Suharyanto.
BNPB berjanji akan membawa suara daerah ini ke Jakarta agar sinkronisasi infrastruktur bisa segera terwujud.
Dari Dapur Umum hingga Rencana Jangka Panjang
Sebelum bertolak ke lokasi banjir, Kepala BNPB sempat menyambangi shelter BPBD di Kantor Kecamatan Bangil. Ia memantau kesiapan dapur umum dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang dinilai sigap melakukan penanganan darurat secara mandiri di tengah keterbatasan yang ada.
Langkah BNPB tidak berhenti di lapangan. Usai peninjauan, Letjen TNI Suharyanto langsung bergerak menuju rapat koordinasi bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Dardak, serta jajaran BMKG dan Basarnas.
Pertemuan ini bertujuan menyusun strategi komprehensif, mulai dari penanganan logistik saat ini hingga pembangunan infrastruktur jangka panjang agar warga Pasuruan tidak lagi dihantui banjir setiap musim hujan tiba.






