Inti Berita
- Misi Kemanusiaan di Hari Libur: Dinsos Jatim memulangkan 12 Orang Telantar (OT) asal Jabar, DKI Jakarta, hingga Lampung pada Sabtu (8/3), membuktikan pelayanan tetap siaga meski di hari libur dan bulan Ramadan.
- Tren Penipuan Media Sosial: Mayoritas OT (8 orang) adalah korban penipuan lowongan kerja di Facebook, bagian dari total 264 orang yang telah dibantu Dinsos Jatim sepanjang awal tahun 2026.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Surabaya, Sapapublik
Bagi sebagian besar orang, hari Sabtu di bulan Ramadan adalah waktu untuk bersantai bersama keluarga sembari menunggu waktu berbuka. Namun, bagi para petugas di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur, Sabtu (8/3) justru menjadi momen krusial untuk menuntaskan misi kemanusiaan.
Sebanyak 12 Orang Telantar (OT) yang terombang-ambing tanpa kepastian akhirnya bisa bernapas lega. Mereka difasilitasi untuk pulang ke kampung halaman masing-masing, mulai dari Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Lampung.
Kisah di Balik Layar Gadget
Cerita pilu mendominasi rombongan kali ini. Delapan orang di antaranya adalah warga Jawa Barat yang bekerja sebagai buruh bangunan. Niat hati ingin menjemput rezeki demi keluarga di rumah, mereka justru terjebak rayuan manis lowongan kerja di grup Facebook.
Alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, mereka justru berakhir di jalanan tanpa arah. Salah satu potret nyata dari dampak penipuan ini adalah Rai Agi. Bagi Rai, menginjakkan kaki kembali di kantor Dinsos Jatim membawa rasa malu yang mendalam.
Ia mengaku paham betul aturan bahwa bantuan pemulangan idealnya hanya diberikan sekali seumur hidup, namun tekanan keadaan dan dukungan rekan-rekannya sesama korban membuatnya terpaksa kembali meminta bantuan.
“Jujur, saya sebenarnya mau pergi saja dari sini karena malu. Tapi teman-teman menahan saya. Saya kapok jadi orang telantar,” ucap Rai dengan nada getir saat proses asesmen.
Langkah Terukur di Tengah Darurat Sosial
Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa penanganan ini bukan sekadar memberi tiket pulang. Ada proses panjang yang dilakukan secara teliti, mulai dari identitas hingga kebutuhan dasar.
“Kami melakukan pendekatan komunikasi yang intensif agar informasi akurat. Penanganan diawali dengan asesmen untuk memastikan kondisi sosial serta kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama berada di sini,” jelas Novi.
Ia menyampaikan bahwa pelayanan publik, khususnya pelayanan dasar kepada masyarakat, tetap menjadi prioritas pemerintah meskipun di tengah kebijakan efisiensi dan pelaksanaan bulan suci Ramadan.
Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur yang menegaskan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak boleh mengalami penurunan dalam kondisi apa pun.
Salah satu bentuk pelayanan dasar yang terus dilakukan adalah pelayanan pemulangan orang telantar (OT) yang difasilitasi oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Melalui layanan ini, pemerintah memastikan warga yang terlantar dapat kembali ke daerah asalnya secara aman dan terkoordinasi.
“Kami tetap memberikan pelayanan secara optimal. Dengan dukungan kompetensi petugas, fasilitas layanan, serta koordinasi dengan Dinas Sosial di provinsi maupun kabupaten/kota tujuan, proses pemulangan dilakukan secara estafet hingga yang bersangkutan dapat kembali ke alamatnya masing-masing,” ujar Novi.
Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut tidak hanya merupakan bagian dari tugas pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial, tetapi juga menjadi wujud kepedulian kemanusiaan.
Terlebih di bulan Ramadan, membantu saudara-saudara yang berada dalam kondisi terlantar untuk dapat kembali kepada keluarganya menjadi nilai pengabdian sekaligus ibadah bagi para petugas pelayanan sosial.
Tren Peningkatan Penipuan Di Medsos Menimgkat
Sepanjang tahun 2026 yang baru berjalan tiga bulan, tren ketelantaran akibat penipuan di media sosial memang meningkat tajam. Data mencatat sudah ada 264 orang yang dipulangkan oleh Dinsos Jatim, dengan rincian 111 orang di Januari, 115 di Februari, dan 38 orang di minggu pertama Maret.
Dari jumlah tersebut, 63 orang di antaranya adalah warga Jawa Barat yang semuanya menjadi korban modus serupa: janji manis pekerjaan di Facebook.
Kepulangan yang Estafet
Proses pemulangan 12 OT ini dilakukan melalui Terminal Purabaya, Surabaya, menggunakan transportasi bus. Karena jarak yang cukup jauh, Dinsos Jatim berkoordinasi secara estafet dengan Dinsos Jawa Tengah dan Dinsos Yogyakarta untuk memastikan para perantau ini sampai ke tujuan dengan selamat.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di media sosial yang tampak terlalu indah untuk jadi kenyataan. Di sisi lain, dedikasi petugas Dinsos Jatim di hari libur ini menjadi secercah harapan bahwa negara tetap hadir bagi mereka yang kehilangan arah.






