Jaga Kelestarian Sungai, Tim Patroli Air Jatim Gandeng FAJI Surabaya Awasi Kali Surabaya

Tim Patroli Air Jatim berfoto bersama dengan FAJI Kota Surabaya termasuk hadir pengurus FAJI Jatim.

Inti Berita 

  • Kolaborasi Kelestarian Sungai. Tim Patroli Air Jatim didalamnya  DLH Jatim dan Perum Jasa Tirta I juga merangkul FAJI Surabaya melalui dialog lingkungan (rembuk lingkungan) untuk memperkuat pengawasan dan mencegah pencemaran Kali Surabaya yang menjadi sumber utama air minum warga.
  • Kesiapan Aksi Nyata di Aliran 42 Km. Atlet dan pengurus FAJI Surabaya menyatakan siap diterjunkan langsung dalam patroli air, aksi bersih sampah, penanaman pohon, hingga pemetaan potensi pencemaran dari hulu ke hilir.
  • Fokus 3 Pilar Perlindungan Sungai. Gerakan kolaboratif ini mengacu pada UU No. 32 Tahun 2009 dengan tiga fokus utama: melestarikan fungsi sungai,
  • mencegah pencemaran limbah, dan menghentikan kerusakan ekosistem air.

 

Bacaan Lainnya

Sapapublik – Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian Kali Surabaya kembali mendapat amunisi baru. Guna menekan potensi pencemaran di sungai yang menjadi sumber bahan baku utama air minum warga ini serta melestarikan lingkungan sungai, Tim Patroli Air Jawa Timur merangkul pengurus dan atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Surabaya.

Kesepakatan dan komitmen kolaborasi tersebut mengemuka dalam acara dialog lingkungan (rembuk lingkungan) yang digelar di PKBM Budi Utama, Surabaya. Kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Patroli Air Jatim yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur dan Perum Jasa Tirta I untuk membangun kepedulian bersama terhadap ekosistem sungai.

Dari Sosialisasi Menuju Aksi Nyata di 42 Km Aliran Sungai

Koordinator Tim Patroli Air Jatim, Imam Rochani, mengungkapkan bahwa melibatkan komunitas olahraga air seperti FAJI Surabaya adalah langkah yang sangat tepat. Menurutnya, para atlet dan pengurus arung jeram sehari-hari beraktivitas langsung di sungai, sehingga wawasan terkait kondisi air sungai menjadi hal mendasar yang harus dimiliki.

“Kami ingin mengajak seluruh penggiat air untuk ikut saling menjaga Kali Surabaya dari pencemaran sampah maupun aktivitas ilegal. Harapannya, muncul rasa memiliki (sense of belonging) bahwa sungai ini fasilitas bersama yang wajib kita rawat,” ujar Imam.

Melalui sosialisasi ini, Tim Patroli Air Jatim menyiapkan peta jalan kolaborasi yang akan melibatkan FAJI Surabaya dalam berbagai aksi lapangan ke depan, di antaranya:

  • Pengawasan dan Patroli Air: Menyusuri bentang sungai sepanjang 42 kilometer mulai dari hulu, tengah, hingga hilir.
  • Aksi Bersih Sungai: Mengangkat sampah liar dan menanam pohon di sepanjang bantaran.
  • Restorasi Ekosistem: Melakukan penebaran bibit ikan lokal untuk menjaga kelestarian biota air.

Langkah kolaboratif ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 70 tentang peran serta masyarakat.

FAJI Surabaya Siap Diterjunkan

Rencana keterlibatan dalam pengawasan sungai ini disambut hangat oleh pengurus FAJI Surabaya. Pihaknya menyatakan siap diterjunkan kapan saja untuk mendukung agenda pelestarian air di Surabaya.

“Kami mengapresiasi dialog lingkungan ini. Atlet dan pengurus kami jadi makin paham pentingnya memelihara sungai demi kepentingan masyarakat luas. FAJI Surabaya siap dilibatkan dalam setiap kegiatan patroli air ke depan,” tegas Ketua FAJI Surabaya.

DLH Jatim Tekankan 3 Pilar

Sementara itu, perwakilan dari DLH Jawa Timur menjelaskan bahwa pendekatan dialog dua arah seperti ini sengaja digencarkan kepada berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Sebelum komunitas olahraga, dialog serupa telah digelar bersama warga bantaran, pengelola jasa penyeberangan (tambangan), hingga pihak industri.

DLH Jatim menekankan bahwa seluruh gerakan kolaborasi ini bermuara pada tiga pilar utama:

  1. Pelestarian Fungsi Lingkungan: Memastikan sungai tetap optimal sebagai penyedia air bersih.
  2. Pencegahan Pencemaran: Menekan potensi masuknya limbah domestik maupun industri.
  3. Pencegahan Kerusakan: Menjaga keasrian dan fungsi ekologis bantaran sungai.

Lewat sinergi yang makin solid antara pemerintah, tim patroli, dan atlet arung jeram, harapan untuk melihat Kali Surabaya makin bersih dan bebas dari pencemaran kini selangkah lebih dekat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *