Tim Patroli Air Rangkul 28 Pelaku Usaha dan Industri Untuk Ikut Jaga Kualitas Kali Surabaya

Tim Patroli Air Jatim melangsung rembuk dan sosialisasi lingkungan bersama pelaku usaha di Namira Syariah Hotel Surabaya

 Rangkuman Berita:

  • Tim Patroli Air Jatim merangkul 28 pelaku usaha dan industri dari Mojokerto hingga Surabaya untuk memperkuat komitmen transparansi pengolahan limbah (IPAL) dan penataan kawasan sempadan sungai.
  • Berdasarkan Permen LHK No. 6/2026 dan regulasi BBWS Brantas, pemerintah siap menertibkan bangunan liar di bantaran sungai serta menjatuhkan penyegelan dan denda besar bagi industri yang nekat membuang limbah berbahaya.
  • Demi menjaga pasokan air minum warga yang diolah PDAM Surya Sembada, seluruh pihak sepakat menggelar patroli air gabungan berkala, penanganan sampah pemukiman, dan kegiatan konservasi ekosistem Kali Surabaya.

 

Bacaan Lainnya

Sapapublik – Nasib Kali Surabaya kembali jadi sorotan. Sungai yang jadi penyambung nyawa pasokan air warga dan pelaku usaha dan industri ini butuh penanganan ekstra. Biar pencemaran tidak makin memburuk, Tim Patroli Air Jawa Timur merangkul 28 pelaku usaha dalam bentuk rembuk dan sosialisasi lingkungan Kali Surabaya di Namira Syariah Hotel Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Pertemuan ini mempertemukan pelaku usaha dan industri dari Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, hingga Surabaya dengan membawa tiga narasumber seperti Perum Jasa Tirta I (PJT I), BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas, dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Jatim.

Tujuannya satu yaitu merumuskan aksi nyata menyelamatkan sungai dari ancaman limbah dan penyerobotan lahan sempadan.

Musim Kemarau Buat Kualitas Air Drop

Alasan di balik aksi kumpul bersama ini cukup mengkhawatirkan. Kualitas air Kali Surabaya kerap merosot tajam, terutama saat musim kemarau tiba.

Beban pencemaran kian berat akibat limbah industri yang dibuang tanpa pengolahan maksimal, sampah rumah tangga, hingga maraknya bangunan liar di bantaran sungai. Padahal, air sungai ini disedot tiap hari oleh PDAM dan belasan industri besar.

PJT I melaporkan sejumlah jurus darurat yang sudah dijalankan. Selain rutin membersihkan eceng gondok dan mengeruk lumpur di intake PDAM, PJT I juga memantau kondisi air secara real-time via sistem SIKUALA.

Bahkan saat racun polutan melonjak di Kali Tengah, PJT I langsung tancap gas menggelontorkan air dari Pintu Air Mlirip hingga 25 meter kubik per detik dan menutup Pintu Air Wonokromo biar pencemaran gak meluas.

Sempadan Bakal Ditertibkan, Pelaku Usaha Nakal Siap-Siap Didenda

Bukan cuma soal limbah cair, masalah alih fungsi lahan sempadan sungai juga disorot tajam oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Analis Hukum Ahli Pertama BBWS Brantas, Fauzan Hanafi, mengingatkan kalau daerah sempadan adalah benteng alami penahan daya rusak air.

Mengubah bantaran sungai jadi bangunan permanen tanpa izin gak cuma melanggar hukum, tapi bikin sungai makin dangkal, sempit, dan memicu banjir. Penertiban bangunan liar pun bakal digelar bertahap.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim membawa “senjata” baru lewat Permen LHK Nomor 6 Tahun 2026. Aturan ini bikin pengawas lingkungan punya taring lebih tajam.

Pelaku Usaha seperti industri yang terbukti membuang limbah melebihi batas baku mutu siap-siap kena sanksi berat, mulai dari penyegelan lokasi kegiatan hingga denda finansial bernilai jumbo yang dihitung dari besaran investasi perusahaan.

Pemanfaat Kali Surabaya Bagian Hilir Kelimpungan

Dampak buruk pencemaran hulu sungai dirasakan langsung oleh PDAM Surya Sembada Surabaya di kawasan hilir. Perwakilan PDAM Surya Sembada, Dewanti Anggraini, menyebut pihaknya berada di posisi serba salah karena harus mengolah air apa adanya dari hulu.

“Kapasitas olah kami mencapai 12.000 hingga 13.000 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan warga Surabaya. Kualitas air dari hulu sangat menentukan kelancaran pasokan air minum,” jelas Dewanti.

Saringan air PDAM di intake Karangpilang juga kerap mampet akibat sampah plastik dan sisa rumput dari pemukiman warga. Kabar baiknya, forum ini membuahkan komitmen bersama.

Pelaku Usaha Diajak Patroli Gabungan

Sekber Tim Patroli Air Jatim sekaligus Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup, Imam Rochani, menyambut positif antusiasme para pelaku usaha dan industri. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah penting agar industri tak sekadar memakai air, tetapi juga ikut merawatnya.

“Semua pelaku usaha dan industri yang hadir sangat mendukung. Bahkan pabrik dari Mojokerto minta dilibatkan langsung saat ada patroli air,” kata Imam di sela kegiatan.

Imam menambahkan, transparansi antar-pelaku usaha dan industri menjadi kunci utama. Pihaknya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya agar penanganan pencemaran bisa berjalan cepat dan terbuka.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik pabrik. Terutama saat musim kemarau panjang, olahan limbah industri harus benar-benar bersih sebelum dibuang ke badan sungai.

Sebagai tindak lanjut, Tim Patroli Air dan perwakilan industri bakal menggelar patroli gabungan secara berkala, mengedukasi warga bantaran soal sampah, serta melakukan aksi konservasi seperti penanaman pohon dan penebaran benih ikan.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *