Membuka Jalan Pekerja Terampil ke Negeri Ginseng, Inilah Jejak dan Visi Gimbar Ombai Helawarnana

Kepala BP3MI Jatim, Gimbar Ombai Helawarnana di ruangkerjanya.

Inti Berita:

  • Prestasi WBK & Pelayanan Prima: Di bawah kepemimpinan Gimbar Ombai Helawarnana, BP3MI Jatim meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025 dan penghargaan Pelayanan Prima dari Menpan RB.
  • Dekatkan Layanan: Ekspansi titik layanan dari 10 menjadi 13 titik di Jawa Timur, termasuk fasilitas ujian EPS-TOPIK mandiri agar warga Jatim tak perlu lagi ke luar provinsi.
  • Misi Baru di Korea Selatan: Transisi jabatan menjadi Atase di Korsel dengan target ambisius menggeser dominasi pekerja informal ke sektor terampil (hospitality, perawat, konstruksi).

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Dedikasi di Jawa Timur, Melayani dengan Hati dan Inovasi

Surabaya, Sapapublik – Bagi Gimbar Ombai Helawarnana, memimpin Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur bukan sekadar menjalankan birokrasi, melainkan memastikan negara hadir di setiap langkah para pejuang devisa.

Selama satu tahun masa amanahnya, Jawa Timur mencatatkan tinta emas dengan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025. Tak hanya itu, standar pelayanan publiknya pun diganjar penghargaan Pelayanan Prima oleh Menpan RB.

Gimbar memahami bahwa kendala utama calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah akses. Itulah mengapa ia memperluas jangkauan layanan dari 10 menjadi 13 titik, merambah hingga ke MPP Jember, Probolinggo, dan Kediri.

Inovasi paling dirasakan manfaatnya adalah hadirnya tempat ujian EPS-TOPIK mandiri di BP3MI Jatim. Kini, warga Jatim yang bermimpi bekerja di Korea Selatan tidak perlu lagi jauh-jauh ke Semarang atau Jakarta hanya untuk ikut ujian.

Edukasi di Tengah Tantangan Tradisional

Salah satu tantangan terberat yang dihadapi Gimbar adalah pola pikir “berangkat tradisional” yang masih kuat, terutama ke Malaysia. Banyak warga berangkat secara non-prosedural karena mengikuti jejak keluarga turun-temurun. Namun, Gimbar tak lelah mengedukasi tentang risiko besar di balik jalur cepat tersebut.

“Banyak PMI kita yang dideportasi, sakit, bahkan meninggal dunia tanpa fasilitas pemerintah karena datanya tidak ada,” ungkapnya. Melalui pendekatan yang humanis, ia terus mendorong warga untuk menempuh jalur prosedural demi jaminan perlindungan yang pasti dari negara.

Membawa Misi Transformasi ke Korea Selatan

Langkah kaki Gimbar kini bersiap menuju Seoul. Mendapatkan amanah baru sebagai Atase di Korea Selatan, ia membawa visi besar untuk mengubah wajah PMI di mata dunia.

Jika selama ini penempatan didominasi oleh sektor informal (hampir 80%), Gimbar ingin mendobrak pintu-pintu kerja di sektor formal yang lebih bonafid.

Targetnya selaras dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yaitu mencapai 500.000 penempatan di tahun 2026 dengan fokus pada sektor hospitality, tenaga perawat (caregiver), hingga tenaga konstruksi dan welder. Baginya, Korea Selatan adalah pasar strategis bagi tenaga kerja terampil Indonesia.

Filosofi Panggung dan Harapan Masa Depan

Menutup masa tugasnya di Jawa Timur, Gimbar menitipkan pesan kuat bagi para calon migran dengan sebuah pepatah, “Naik panggung tanpa persiapan, turun panggung tanpa penghormatan.” Kalimat ini menjadi pengingat bahwa kompetensi dan sertifikasi adalah harga mati sebelum mengadu nasib ke luar negeri.

Ia berharap penggantinya kelak dapat meneruskan estafet menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Disisi lain, baginya, bekerja ke luar negeri adalah jembatan untuk keluar dari jerat kemiskinan.

Harapannya sederhana namun mulia, kelak sepulang dari luar negeri, para PMI bisa menjadi pengusaha, menciptakan lapangan kerja, dan membawa perubahan nyata bagi lingkungan mereka.

Dengan membawa serta keluarganya ke Korea Selatan, Gimbar bersiap fokus penuh untuk menjaga dan membuka jalan seluas-luasnya bagi martabat pekerja Indonesia di kancah internasional.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *